JOE's Best 10 of 2005
Overview:Satu lagi yang patut dicatat adalah semakin langkanya ide orisinal yang dihasilkan. Buktinya, semakin menjamurnya remake atau adaptasi novel-game-tv-komik yang dibuat. Saya baru menyadari bahwa Holywood sedang diambang stagnasi atau kalau boleh sedikit radikal: Kehancuran!
Tapi tunggu dulu, setiap masalah pasti ada hikmahnya. Right? Palingkan radar film Anda ke daratan Korea. Perkembangan perfilman di sana tahun lalu merupakan yang tersignifikan dalam 20 tahun terakhir. Tidak hanya dari segi kuantitas atau kualitas, perolehan box officenya pun juga menunjukkan grafik yang sangat mengagumkan. Sekedar catatan, tahun 2004 lalu OLDBOY dan TAEGUKGI yang merupakan film Korea, masuk dalam daftar 10 film terbaik saya dan beberapa situs film asing. Satu bukti bahwa mereka (baca: Korea) berhasil memberikan pencerahan alternatif disaat Hollywood dinaungi mendung kelam perfilman.
Kembali ke pokok tulisan. Daftar di bawah ini bisa berubah mengingat ada beberapa film kontender Oscar yang belum saya tonton. Seperti: Munich, Walk the Line, Brokeback Mountain atau Good Night and Good Luck. Jadi ada kemungkinan perubahan pada saatnya. Well, here’s the list:
================
JOE’s Best 10 of 2005
================
10. The Island
======================================================
09. War of the World
======================================================
08. Corpse Bride/Wallace and Gromit (tie)
======================================================
07. A Bittersweet Life
======================================================
06. 40 Years Old Virgin/Wedding Crashers (tie)
======================================================
05. Harry Potter and the Goblet of Fire
======================================================
04. The Descent
(note: sorry jika Anda belum menontonnya. Film horor indie buatan Inggris ini memang tidak diputar luas di Amerika dan Indonesia)
Ternyata, Perasaan ‘menyenangkan’ itu kembali muncul ketika menonton The Descents. Gabungan claustrophobia, takut akan kegelapan dan miris disajikan Neil Marshall dalam top formnya. Fully Gore but No nudity! A truly Horror Classic! Go See it…. NOW!
======================================================
03. King Kong
======================================================
02. Crash
Mereka menyebutnya: Film terpenting tahun ini.
Mengapa demikian? Lihat saja deretan castnya. Siapa yang ingat Matt Dillon, Don Cheadle, Sandra Bullock, Brendan Fraser, Ryan Phillpe atau Ludacris. Hello… Who gives a shit with them? Saya bahkan lupa kalau Sandra Bullock itu bisa akting. Atau Ryan ‘Mr Reese Whiterspoon’ Phillipe adalah seorang aktor. Man… They were so yesterday! Cmon… masih banyak aktor-aktris keren lain di Hollywood… Dari situ saja asumsi kita pasti ‘thumb down’ pada film ini. BIG WRONG!!
Di tangan Paul Haggis, penulis naskah Million Dollar Baby, Crash menggeram, menggenggam dan menghempaskan benak kita pada satu kata: AMAZING!
Tema rasis yang diusungnya, seakan memberondong pikiran kita bahwa Amerika, negara yang katanya paling demokratis dan anti rasialis itu ternyata Non sense! Serentetan kejadian yang digulirkan sejak awal menggambarkan betapa masyarakat sana masih rawan dengan isu seperti itu. Film yang dipastikan tidak sukses di luar Amerika terutama Asia karena tema rasisnya ini patut disandingkan dengan American History X.
Pertanyaannya adalah, apakah sebuah film bisa mengubah sebuah sistem yang telah ada? Mungkin tidak. Tapi setidaknya bisa dijadikan pencerahan, karena mereka pasti masih akan memperbincangkannya beberapa tahun ke depan. Film terpenting tahun ini? It’s more than that!
======================================================
01
Sulit menterjemahkan secara visual apa yang ada di benak Frank Miller dan komik Sin Citynya. Tapi Robert Rodriguez tidak saja memvisualisasikan tapi sekaligus memfilmkan komiknya 99%. Nuansa noir, monokrom dengan sapuan warna dibeberapa bagian layar, menjadikan Sin City seenak membaca komiknya. Bagi penggemarnya, hal tersebut seperti mimpi yang jadi kenyataan.
Bagi saya, inilah pemberontakan ala Rodriguez terhadap sistem di hollywood: Tanpa Aturan. Hal yang sama pernah dilakukan tandem sejatinya, Quentin Tarantino ketika menampar muka dunia dengan PULP FICTIONnya di tahun 1994 dulu.
It’s Pure, Cool, Creative, Sexy, Original, Unique, Mickey Rourke and the most entertaining movie of 2005. It’s REBELLIOUS and A CLASSIC!
Cheers!
- joe -